Pengenalan Karakter Optik (OCR) adalah proses mengekstraksi dan mengubah teks tulisan tangan atau ketikan dari gambar, video, atau dokumen pindaian (seperti PDF) ke dalam format yang dapat diedit secara digital (seperti TXT atau DOCX). Teknologi ini merupakan salah satu cabang kecerdasan buatan yang berkaitan erat dengan visi komputer dan pengenalan pola. OCR memungkinkan pengkodean teks tercetak dari gambar, sehingga memungkinkan modifikasi, pencarian, dan penyimpanan informasi secara elektronik dengan lebih kompak. Hal ini juga memungkinkan informasi ini disajikan secara online dan digunakan dalam proses mesin, termasuk komputasi kognitif. Penerapan OCR mencakup berbagai macam, mulai dari penggunaan pribadi hingga keamanan publik. Selain itu, teknologi OCR telah merevolusi cara kita mendigitalkan dan mengelola dokumen. Kemampuannya meliputi: * Pengenalan Dokumen yang Dipindai: Dokumen yang dicetak dipindai, dan perangkat lunak OCR mengubahnya menjadi teks yang dapat dicari dan diedit. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengekstrak informasi dari dokumen lama dan memasukkannya ke dalam alur kerja modern. Ini biasanya digunakan untuk mengotomatiskan pemrosesan dokumen hukum dan mengekstrak data dari laporan bank dan faktur, menyederhanakan tugas-tugas seperti pemrosesan faktur dan pencatatan keuangan. * Pengenalan Teks Adegan: OCR dapat mengidentifikasi teks dalam pemandangan alam, seperti rambu jalan, etalase toko, atau pelat nomor. Ia bekerja dengan baik dalam berbagai kondisi, termasuk cahaya redup atau gambar buram, sehingga berguna untuk mengenali teks dalam seni jalanan atau gambar yang diambil dengan drone. * Intelligent Character Recognition (ICR): Fitur ini memungkinkan sistem OCR mengenali dan menyalin teks tulisan tangan atau kursif dari dokumen yang dipindai, memfasilitasi digitalisasi catatan, surat, dan formulir tulisan tangan. ICR secara khusus berfokus pada transkripsi tulisan tangan kursif dan skrip.