Perangkat lunak Zero Trust Networking adalah jenis solusi keamanan dan manajemen identitas yang dirancang untuk menerapkan model keamanan Zero Trust. Tidak seperti sistem keamanan jaringan tradisional yang menggunakan pendekatan kastil dan parit untuk memberikan akses, model Zero Trust memperlakukan setiap individu—baik internal maupun eksternal—sebagai potensi ancaman hingga diverifikasi. Banyak organisasi yang semakin banyak mengadopsi model keamanan Zero Trust karena kompleksitas yang ditimbulkan oleh model bisnis dan sistem TI yang terdesentralisasi, sehingga sulit untuk memastikan kontrol akses yang tepat di berbagai jaringan dan lokasi. Solusi Zero Trust Networking memungkinkan pemantauan terus menerus terhadap aktivitas jaringan dan perilaku pengguna, memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan persyaratan otentikasi secara individual. Jika pengguna terverifikasi menunjukkan perilaku tidak normal atau berupaya melampaui izinnya, mereka akan diminta untuk melakukan autentikasi tambahan. Perangkat lunak ini mengumpulkan data dari titik akses, perilaku pengguna, dan log lalu lintas untuk memberikan analisis keamanan jaringan yang komprehensif. Meskipun perangkat lunak Zero Trust Networking menggunakan metode autentikasi yang serupa dengan yang digunakan dalam sistem autentikasi berbasis risiko, perangkat lunak ini secara khusus berfokus pada kontrol akses jaringan. Otentikasi berbasis risiko lebih luas, berlaku untuk mengakses jaringan, aplikasi, database, atau informasi istimewa lainnya. Agar memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam kategori Zero Trust Networking, suatu produk harus: * Memanfaatkan otentikasi adaptif untuk terus memverifikasi izin pengguna. * Aktifkan segmentasi jaringan untuk menyederhanakan dan meningkatkan penegakan kebijakan. * Pantau lalu lintas dan perilaku pengguna untuk pemeriksaan dan analisis di masa mendatang.