Perangkat lunak manajemen kerja memungkinkan perusahaan untuk melibatkan seluruh karyawan dalam tugas-tugas berbasis proyek, mendorong kolaborasi antar departemen, meningkatkan produktivitas, dan mengoptimalkan alokasi sumber daya di seluruh organisasi. Ini juga memfasilitasi pekerjaan jarak jauh dan kerja sama dengan pengguna eksternal. Berbeda dengan perangkat lunak manajemen proyek yang biasanya digunakan oleh manajer proyek, perangkat lunak manajemen kerja dapat digunakan oleh siapa saja di perusahaan, serta kolaborator eksternal. Misalnya, profesional kreatif dapat menggunakan perangkat lunak ini untuk berkolaborasi dengan manajer proyek dan anggota tim lainnya. Penting untuk membedakan perangkat lunak manajemen kerja dari perangkat lunak otomasi layanan profesional (PSA), yang umumnya berfokus pada manajemen portofolio proyek dan mencakup fungsi back-office dan front-office seperti otomasi akuntansi dan pemasaran. Akibatnya, perangkat lunak manajemen kerja seringkali memerlukan integrasi dengan sistem ERP dan perangkat lunak akuntansi.