Perangkat Lunak Penemuan Data Sensitif adalah alat khusus yang membantu bisnis menemukan dan mengidentifikasi informasi sensitif dalam repositori data mereka. Hal ini sering kali penting untuk mematuhi berbagai peraturan industri mengenai perlindungan data dan privasi, seperti: * Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) * Undang-Undang Privasi Konsumen California (CCPA) * Undang-Undang Portabilitas dan Akuntabilitas Asuransi Kesehatan (HIPAA) * Standar Keamanan Data Industri Kartu Pembayaran (PCI DSS) * Standar Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO). Bisnis menggunakan perangkat lunak penemuan data sensitif untuk mengidentifikasi lokasi data penting, seringkali untuk memastikan kepatuhan terhadap berbagai peraturan industri terkait perlindungan data dan privasi. Biasanya, tim keamanan informasi menyebarkan dan mengelola alat ini, sementara tim privasi mungkin meminta wawasan dari laporan yang dihasilkan. Perangkat lunak tersebut memindai data terstruktur, semi-terstruktur, dan tidak terstruktur di seluruh database lokal, penyimpanan cloud, server email, situs web, aplikasi, dan banyak lagi. Penemuan Data Sensitif dapat dilakukan melalui berbagai metode, termasuk survei manual yang dikelola melalui alur kerja atau alat penemuan otomatis. Agar suatu produk memenuhi syarat dalam kategori ini, produk tersebut harus menawarkan kemampuan penemuan data otomatis. Perangkat Lunak Penemuan Data Sensitif memiliki karakteristik yang sama dengan berbagai alat, seperti perangkat lunak pencegahan kehilangan data (DLP), perangkat lunak keamanan yang berpusat pada data, perangkat lunak keamanan basis data, dan perangkat lunak privasi umum. Seringkali, Penemuan Data Sensitif merupakan fungsi bawaan dari solusi ini. Hal ini berbeda dari perangkat lunak penemuan data, yang termasuk dalam alat intelijen bisnis dan membantu organisasi mengeksplorasi data mereka untuk mengungkap tren dan memvisualisasikan analisis. Selain itu, penemuan data sensitif berbeda dengan perangkat lunak eDiscovery, yang dirancang khusus untuk tujuan litigasi, memungkinkan pengumpulan dan pengorganisasian file data dari perusahaan dan individu yang terlibat dalam kasus hukum. Fitur Utama: * Penemuan Otomatis: Perangkat lunak ini biasanya menggunakan alat otomatis untuk memindai data terstruktur, semi-terstruktur, dan tidak terstruktur yang disimpan di berbagai lingkungan, termasuk database lokal, penyimpanan cloud, server email, situs web, dan aplikasi. * Klasifikasi Data: Ini mengkategorikan data sensitif berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, membantu organisasi memahami di mana informasi penting mereka berada. * Pelaporan: Tim keamanan informasi mengelola alat-alat ini, menghasilkan laporan yang dapat digunakan oleh tim privasi untuk meminta wawasan data tertentu. * Dukungan Kepatuhan: Dengan mengidentifikasi data sensitif, perangkat lunak ini membantu organisasi dalam memenuhi persyaratan peraturan dan meminimalkan risiko pelanggaran data.