Perangkat lunak manajemen koleksi dirancang untuk membantu museum, galeri seni, dan organisasi lain dengan koleksi seni, artefak, atau barang antik yang luas memantau dan memelihara koleksi tersebut. Ini menyediakan sistem terpusat untuk mencatat informasi penting tentang setiap bagian, termasuk lokasinya, detail akuisisi, status konservasi atau restorasi, dan banyak lagi. Dengan mendigitalkan catatan, perangkat lunak manajemen koleksi memudahkan untuk mencari item tertentu dengan cepat dan memperbarui detailnya sesuai kebutuhan. Perangkat lunak ini digunakan oleh kurator, konservator, arsiparis, peneliti, dan administrator untuk mengelola dan melestarikan seluruh koleksi. Seringkali, perangkat lunak manajemen koleksi digunakan bersama museum atau perangkat lunak manajemen galeri, tergantung pada kebutuhan lembaga. Museum juga dapat mengintegrasikan alat tambahan seperti perangkat lunak nirlaba berbasis penerimaan atau perangkat lunak manajemen donor untuk membantu operasi harian, sementara galeri atau rumah lelang dapat menggunakan perangkat lunak lelang untuk lelang seni atau antik. Untuk lembaga yang mengelola koleksi digital, perangkat lunak Digital Asset Management (DAM) umumnya digunakan untuk mengatur dan memelihara aset digital seperti gambar, video, atau file audio.